MALANG – Guna meningkatkan integritas akademik dan meminimalisasi praktik plagiarisme di lingkungan kampus, Lembaga Penelitian dan Pengabdin kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang (UM) menggelar kegiatan penting . Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Seminar lantai 3 Gedung A-19 Universitas Negeri Malang . Pertemuan strategis ini dihadiri oleh puluhan perwakilan dari berbagai unit kerja serta sivitas akademika yang ditunjuk sebagai Person in Charge (PIC) pengelolaan akun Turnitin di lingkungan universitas .

Acara resmi ini dibuka secara langsung oleh Wakil Rektor III Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Markus Diantoro, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kejujuran akademik dan orisinalitas karya ilmiah merupakan pilar utama dalam menjaga reputasi sebuah perguruan tinggi negeri. Menurutnya, pemanfaatan teknologi seperti Turnitin bukan sekadar instrumen penilai, melainkan sebuah sarana edukasi bagi seluruh dosen dan mahasiswa agar lebih jeli dan bertanggung jawab dalam melakukan sitasi serta menyusun karya tulis ilmiah. Langkah ini diharapkan mampu membawa UM menjadi kampus yang semakin kompetitif, unggul, dan bersih dari tindakan kecurangan akademik.

Selain dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, agenda ini juga dihadiri oleh Kepala Pusat Etik Ilmiah (PEI) LPPM UM, Dr. Herlin Pujiarti, M.Si. Kehadiran beliau menegaskan komitmen kuat dari institusi dalam mengawal kode etik penulisan ilmiah di universitas. Pusat Etik Ilmiah memiliki peran sentral dalam merumuskan kebijakan, memberikan standardisasi, serta memantau implementasi pemeriksaan kesamaan teks (similarity check) agar seluruh karya yang diproduksi oleh sivitas akademika UM memenuhi standar kualitas nasional maupun internasional.

Pertemuan yang berlangsung dari pada hari kamis 7 Mei 2026, pukul 08:00 s.d. 13:00 WIB ini dipandu dengan apik oleh Dr. Novika Adi Wibowo, S.Pd., M.Pd. selaku pembawa acara . Jalannya acara dinilai sangat interaktif dan terstruktur, dimulai dari sesi pembukaan, penyampaian materi inti, simulasi langsung, hingga diskusi tanya jawab yang berlangsung secara dinamis.

Sebagai narasumber utama dalam bimbingan teknis ini, LPPM UM menghadirkan pakar internal, Dr. Citra Kurniawan, S.T., M.M. . Dalam paparannya, beliau mengupas tuntas mengenai teknis penggunaan akun Turnitin, mulai dari pemahaman fitur dasar, pengelolaan kelas, hingga metode interpretasi persentase indeks kemiripan (similarity index) yang sering kali disalahpahami oleh para pengguna. Ia menekankan bahwa angka persentase tinggi pada Turnitin tidak serta-merta menunjukkan adanya plagiarisme, melainkan indikasi kemiripan teks yang memerlukan verifikasi manual dan telaah mendalam dari para PIC di masing-masing unit.

“Tugas seorang PIC Turnitin bukan hanya menjadi ‘polisi’ yang melihat angka kemiripan, tetapi juga menjadi fasilitator yang memberikan pemahaman kepada para penulis mengenai cara melakukan parafrase yang baik dan benar,” ujar Dr. Citra dalam sesi materinya .

Selanjutnya, para peserta dibimbing secara langsung dalam proses aktivasi akun baru serta simulasi pengunggahan dokumen ke dalam sistem. Melalui bimbingan teknis ini, para PIC diharapkan mampu mengoperasikan dasbor Turnitin dengan optimal, mengonfigurasi pengaturan penyaringan (filter settings) seperti mengabaikan daftar pustaka (exclude bibliography) atau mengabaikan kutipan langsung (exclude quotes), guna menghasilkan laporan analisis kemiripan yang akurat dan objektif.

Kegiatan ini melibatkan daftar undangan yang cukup luas, mencakup jajaran struktural LPPM seperti Ketua LPPM, Sekretaris LPPM, Sub Koordinator Program, hingga Sub Koordinator Umum dan Keuangan . Tidak hanya itu, puluhan dosen, peneliti, dan tenaga kependidikan dari berbagai disiplin ilmu turut hadir sebagai peserta aktif dalam pelatihan intensif ini . Keberagaman latar belakang peserta ini diharapkan mampu menciptakan standardisasi pemanfaatan Turnitin yang merata di setiap lini fakultas, pascasarjana, maupun lembaga riset yang ada di Universitas Negeri Malang.

Dengan berakhirnya kegiatan bimbingan teknis ini, LPPM UM berharap seluruh PIC yang telah menerima akun dan pelatihan dapat segera mengimplementasikan pengetahuan tersebut di unit kerja masing-masing . Langkah preventif ini diyakini akan memperkuat ekosistem riset yang sehat, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, serta menjaga muruah Universitas Negeri Malang sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terbaik di Indonesia.