
Yogyakarta — Upaya penguatan sistem etik penelitian terus digalakkan di berbagai institusi pendidikan tinggi. Salah satu langkah konkret dilakukan oleh Ketua Ikatan Alumni Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, yang menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Manajemen Standar Operasional Prosedur (SOP) Komite Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) pada tanggal 29 Juli hingga 1 Agustus 2025 di Yogyakarta.
Kegiatan ini menghadirkan seluruh tim pengembang Protokol Etik Institusi (PEI) Universitas Negeri Malang, yang terdiri dari para akademisi lintas keilmuan: Dr. Herlin Pujiarti, M.Si., Dr. Citra Kurniawan, S.T., M.M., Nur Anita Yunikawati, S.Pd., M.Pd., Dr. Febri Taufiqurrahman, S.Hum., M.Hum., Dr.rer.nat. Ubed Sonai Fahruddin Arrozi, S.Pd., M.Si., dan Dr. Setiawan, S.Sos., M.IP.
Fokus utama pelatihan ini adalah peningkatan kapasitas dalam penyusunan dan perbaikan SOP KEPK, serta audit dan inspeksi etik yang menjadi bagian penting dalam pengawasan tata kelola riset. Materi disampaikan oleh tiga narasumber berpengalaman di bidang etik penelitian, yakni Drs. Ondri Dwi Sampurno, M.Si., Apt., drh. Idi Setiyobroto, M.Kes., dan Handoko Riwidikdo, S.Kp. Ketiganya membawakan sesi pelatihan yang aplikatif, disertai dengan simulasi, studi kasus, dan pembahasan best practices dalam pelaksanaan etik penelitian.
Menurut Ketua IAPKY, pelatihan ini menjadi bagian dari kontribusi alumni Poltekkes dalam memastikan bahwa praktik etik penelitian di tanah air berjalan sesuai dengan standar nasional dan internasional. “Peningkatan kualitas SOP dan pemahaman menyeluruh terhadap proses audit etik sangat penting, terutama di tengah meningkatnya kompleksitas penelitian multidisiplin saat ini,” ujarnya dalam sambutan pembukaan kegiatan.
Tim PEI Universitas Negeri Malang menyambut positif kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat sistem etik institusional. Mereka menyatakan akan segera mengimplementasikan hasil pelatihan ini dalam penyusunan SOP internal dan mekanisme audit etik di lingkungan universitas.
Kegiatan selama empat hari ini tidak hanya menjadi ajang pelatihan teknis, tetapi juga wahana kolaborasi antar lembaga dan pertukaran gagasan dalam membangun ekosistem riset yang etis, profesional, dan bertanggung jawab.
Dengan selesainya pelatihan ini, diharapkan terjadi peningkatan mutu pengelolaan KEPK, serta terbentuknya jaringan kolaboratif antara alumni Poltekkes, narasumber, dan tim etik dari berbagai institusi pendidikan, demi terciptanya iklim riset yang sehat dan berintegritas di Indonesia.

